Explore. Dream. Discover

Dua puluh tahun dari sekarang Anda akan lebih menyesali apa yang tidak Anda lakukan di masa muda Anda daripada apa yang Anda lakukan. Jadi angkat sauh dan jangkar Anda, lalu mulailah berlayar. Tinggalkan pelabuhan-pelabuhan yang aman. Kapal tidak dirancang untuk berlabuh terlalu lama. Berlayarlah mengikuti angin. Explore. Dream. Discover.

Mulailah dari sekarang

Apapun yang Anda bisa lakukan atau bermimpi untuk bisa melakukannya, mulailah sekarang juga. Keberanian memulai akan menggugah unsur jenius dalam diri kita, menggugah kekuatan dan keajaiban untuk bisa menyelesaikan apa yang telah kita mulai tadi..

Kebaikan Hati

Kebaikan hati lebih penting dari kebijaksanaan, dan menyadari hal ini adalah awal dari kebijaksanaan tersebut..

Ralph Waldo Emerson

Jangan melalui jalan yang telah banyak ditempuh orang. Cobalah menempuh jalan baru lalu tinggalkan jejak Anda di situ, agar orang lain bisa mengikuti Anda.

Halph Waldo Emerson

Jangan pernah ragu, takut apalagi tidak suka untuk mengambil sebuah tindakan. Keseluruhan hidup ini toh adalah sebuah eksperimen. Semakin banyak percobaan yang kau lakukan, semakin banyak pula tingkat keberhasilan yang kau capai.

Sabtu, 11 Mei 2013

MAN POWER PLANING

Oleh : Drs. H. Teguh Sunaryo
Direktur DMI PRIMAGAMA INDONESIA
 
INTRODUCTION
Yang membedakan manusia dengan yang bukan manusia banyak hal, namun dari yang banyak hal tersebut yang paling penting adalah perihal keahlian merencanakan hidupnya. Tumbuhan dan hewan tidak bisa merencanakan akan hidupnya dan masa depannya. Dengan akalbudinya manusia mampu melakukannya. Bagaimana hewan membuat rumahnya dan cara makannya, bagaimana cara berbusananya dan cara membuat makanannya semuanya serba tetap dan tidak berubah, sedangkan manusia sangat kreatif dan super dinamis. Karena semua manusia bisa merencanakan hidupnya, manusia yang paling sukses adalah manusia yang perencanaan hidupnya paling baik, rasional, realistis dan sesuai dengan potensinya. Direncanakan saja belum tentu sukses, apalgi jika tidak membuat perencanaan sama sekali. Untuk itulah mari kita rencanakan masa depan kita (dan anak-anak kita) dengan lebih baik lagi dan lebih dini. Lebih baik karena kompetisi hidup semakin kompleks dan dinamis. Lebih dini karena waktu terasa berjalan begitu cepat. Semakin dini maka akan semakin fokus, dan jika ditengah perjalanan ada yang kurang pas maka pembenahannya akan makin memiliki waktu yang relatif masih panjang untuk suatu perbaikan. Berikut ini adalah langkah membuat perencanaan masa depan guna mengukir peradaaban yang lebih mapan.
 
INDIVIDUAL DIFFERENCES
Setiap orang adalah unik, karena sangat uniknya itulah masing-masing kita berbeda-beda. Bereda karakternya, berbeda bidang pengabdiannya, berbeda hobinya, berbeda bakat dan minatnya dan berbeda pula prestasinya.
Karena setiap orang itu berbeda maka dalam pengembangan potensinya (bakatnya) cara yang paling efektif adalah dengan cara yang fokus yang sesuai dengan bakat uniknya itu. Anehnya sekarang ini pendidikan dibuat serba sama, semua anak dianggap sama dengan diberi serangkaian mata pelajaran atau mata kuliah yang serba sama pula. Anak-anak dianggap mempunyai bakat dan selera yang sama, sehingga semua dimasukkan dalam kelompok belajar yang selalu serba sama.
 
Untuk membedakan secara lebih cermat, maka bakat anak-anak kita sejak dini harus sudah dikenali. Menurut Prof. Howard Gardner, Ph.D., setiap manusia memiliki bakat, dan bakat antara anak yang satu dengan yang lainnya itu berbeda-beda. Tugas pendidikan adalah mengenbangkan bakat agar anak-anak bisa menjadi anak yang hebat. Ada delapan konsep kecerdasan yang digagas oleh beliau, antara lain, kecerdasan logic matemathics (logic smart), linguistic (word samart), intrapersonal (self smart), interpersonal (people samart), bodly kinestethic (body smart), visual spasial (picture smart), musical (music smart), naturalist (nature smart). Untuk mengetahui bakat unggul anak-anak kita ada dibidang apa, maka dibutuhkan alat bantu yang bisa kita gunakan yaitu dengan DMI Assessment berbasis fingerprint test. Alat ini dikembangkan oleh beberapa orang pakar teknologi komputer dengan merujuk teorinya Howard Gardner dan Francis Galton pakar antropologi dan psikologi. Biarlah setiap orang menjadi dirinya sendiri, dan diri itu adalah bawaan alami yang terus-menerus harus distimulasi dan diaktivasi agar memiliki kompetensi dan jati diri dalam mewujudkan prestasi.

Kamis, 08 September 2011

POTENSI TINGGI BERAWAL DARI SIDIK JARI

Oleh : TEGUH SUNARYO (Direktur DMI Primagama)
Hampir sebagian besar kita selalu ingin mengukir prestasi. Betapa senangnya disebut sebagai orang yang berprestasi, dan betapa bangganya punya anak yang juga berprestasi. Karena semua orang ingin berprestasi maka yang namanya prestasi haruslah diperjuangkan. Semakin banyak orang yang ingin berprestasi maka semakin tinggi tingkat kompetisi. Semakin tinggi tingkat kompetisi maka harus semakin tinggi dan gigih pula upaya yang harus dilakukan. Sejauh manakah upaya kita selama ini dalam rangka menggapai suatu prestasi ?
Ada konsep tiga P yaitu Potensi, Proses, Prestasi. Prestasi adalah performa seseorang atas penguasaan sesuatu hal. Prestasi yang tinggi yang telah tercapai biasanya disebut sebagai kesuksesan. Sukses adalah hal yang terbaik yang kita miliki. Kebanyakan dari kita selalu menyamakan pengertian prestasi dengan potensi. Prestasi yang tinggi bisa lebih mudah dicapai bila berpijak pada potensi yang tinggi pula. Pertanyaannya adalah bagaimanakah seseorang bisa mengetahui potensi terbaik yang dimilikinya ? Biasanya adalah dilihat dari prestasi tinggi yang telah dimilikinya. Contohnya: Anak saya pandai matematika, maka pasti ia berpotensi di bidang matematika; Anak saya senang bermain musik, maka pasti anak saya berpotensi di bidang musik. Dalam contoh pertama tersebut makna prestasi disamakan dengan makna potensi, sedangkan pada contoh kedua makna kesenangan disamakan dengan makna potensi. Potensi adalah suatu kondisi terawal yang dimiliki oleh seseorang. Kondisi terawal yang terbaik yang dimiliki seseorang adalah bakat. Bakat sebagai potensi inherent sangatlah baik untuk dijadikan dasar dan pijakan dalam rangka pencapaian prestasi.
Ada cara lain untuk mengetahui potensi seseorang disamping cara-cara identifikasi melalui prestasi yang telah dimiliki selama ini. Cara tersebut sangat berguna bagi mereka yang selama ini memang belum mampu menunjukkan prestasi unggulannya. Sidik jari seseorang diciptakan oleh Tuhan pasti ada maksud dan tujuannya. Mengapa kepolisian di seluruh dunia memakainya sebagai identifikasi seseorang ? Mengapa presensi (daftar hadir) perkantoran memakainya ? Mengapa mobil mewah di negara maju menggunakannya sebagai kunci ? Mengapa laptop sekarang ini menggunakan sebagai pasword ? Setelah diteliti dan dicermati oleh para ahli, ditemukan bukti bahwa : Pertama, sidik jari tidak pernah berubah. Kedua , tidak ada yang sama walau ia kembar sekalipun. Ketiga, hanya dimiliki oleh makhluk bernama manusia. Stelah dicermati dari ketiga hal tersebut maka muncul pertanyaan: Apa yang membedakan manusia dengan yang bukan manusia selain dari sidik jarinya. Salah satu jawabannya adalah otaknya. Dari otak muncul kreatifitas, ide-ide cemerlang dan kualitas kecerdasan dan pemikiran manusia. Puncak peradaban makhluk ada di manusia dan puncak peradaban manusia ada di dalam otaknya. Pertanyaan berikutnya : Adakah hubungan otak manusia dengan sidik jarinya ?
Marcello Malpighi (1686) Profesor Anatomi di Universitas Barcelona. Yang pertama kali mengobservasi sejarah sidik jari melalui mikroskop. John E.Purkinje (1823) Profesor Anatomi di Universitas Breslau. Yang pertama kali mengklasifikasikan pola sidik jari kedalam sembilan sistem kategori. Dr. Henry Fauld (1880) Rumah sakit Tsukji, Tokyo; artikel tentang Naturalis. Mengusulkan pengambilan sidik jari dalam bidang kriminal. Sir Francis Galton (1892) Antropolog;  Sidik jari merupakan publikasinya yang menonjol. Jika Harold Cummins adalah bapak dermatoglifika, Galton adalah penemu. Metode praktis pertama tentang identifikasi sidik jari, menggunakan tata nama dasar (telapak, putaran, lingkaran). Secara ilmiah menunjukkan permanensi sidik jari, penelitian tentang anak kembar yang pertama. Berdasarkan statistiknya, probabilitas memiliki sidik jari yang sama persis adalah 1 : 64 milyar. Harold Cummins (1926) Yang pertama kali menciptakan kata Dermatoglifika; menemukan bahwa kasus kromosom atau otak abnormal berhubungan dengan sidik jari yang tidak biasa. Pada usia 13 minggu sebagai embrio di dalam rahim, garis kulit mulai tampak dan kemudian lengkap menjelang 21 sampai 24 minggu. Ini berkaitan dengan perkembangan otak.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada tahap prenatal, hubungan otak dengan sidik jari sangatlah jelas adanya. Sehingga untuk mengetahui potensi otak seseorang, sidik jari bisa mewakili, tidak perlu melakukan bedah otak secara fisik. Sedangkan pada tahap postnatal, aspek minat, intensitas dan kualitas pendidikan, proses interaksi dengan lingkungan, sangatlah mempengaruhi capaian prestasi puncak seseorang. Sukses adalah kombinasi optimal antara bakat. minat dan cara hidup yang sehat. Sudahkah anda mengenali potensi anda ?

VIDEO-1

VIDEO

VIDEO-2

HTML

VIDEO-3

VIDEO-4

VIDEO-5



ENTRI POPULER

Entri Populer

KATEGORI

Kategori


GUEST BOOK

Buku Tamu


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.

DAFTAR BLOG

Daftar Blog Saya

FOLLOW ME




 
KEMBALI KEATAS
') }else{document.write('') } }